Thursday, January 1, 2009

Menunggu Datangnya Tahun 2009 M

Rabu malam, 31 Desember 2008 sekitar pukul 21.30 WIB saya berada di warung kopi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dengan ditemani secangkir kopi susu saya menyaksikan siaran televisi swasta yang sedang menayangkan acara live musik menyambut datangnya tahun baru 2009. Pada saat itu warung--kalau saya dan teman-teman menyebutnya dengan "warung pakde" karena kami memanggil pemilik warung dengan "pakde" dan "bude" ada yang menyebutnya dengan "warung ijo" karena warna catnya yang didominasi oleh warna ijo, padahal nama resmi warung tersebut adalah "warung asri"--sedang penuh oleh pengunjung. Ada yang makan, ada yang cuma ngopi, bahkan ada yang cuma nongkrong-nongkrong saja.


Sedang di luar, walaupun langit diselimuti oleh awan, hujan tidak turun. Ini berbeda dengan malam tahun baru tahun-tahun sebelumnya, dimana hujan rintik-rintik selalu menemani pergantian di kota ini, Kota Malang, Kota Pelajar kata orang-orang. Karena masih sekitar pukul 21.30, jalananpun belum begitu ramai.

Sebagaimana biasa, saya tetap sendirian ketika melawati malam pergantian tahun. Sendirian bukan dalam pengertian tidak ada teman. Di warung tersebut saya bertemu dengan teman-teman yang biasa nongkrong di situ. Saya sendirian dalam pengertian belu ada orang spesial yang menemani, baik itu berstatus pacar maupun berstatus istri.

Tapi tunggu dulu, saya belum punya pacar atau istri bukan karena saya, yang punya tampang cukup lumayan ini, hikhikhik..., tidak laku. Di tempat asal saya, yaitu di Kabupaten Gresik bagian utara, pihak wanitalah yang melamar pihak pria. Dan sekedar info, sudah ada tiga perempuan yang melamar saya. Bagaimana dengan urusan pacar di Malang? Sekedar info juga, ada beberapa perempuan yang pernah meunjukkan rasa suka ke saya, bahkan sudah ada yang menyatakan perasaannya ke saya. Tapi karena saya masih ingin bebas, saya dengan halus menolaknya.

Saya ada rencana, kalau nanti sudah sampei pada pukul 22.00 WIB, saya akan ke Warnet untuk mengotak-atik blog saya yang sederhana ini. Kenapa harus nunggu pukul 22.00? Karena pada saat jam tersebut ada paket murah. Maklum anak kost!

Ketika sudah mendekati pukul 22.00 dan saya hendak pergi meninggalkan warung menuju warnet, seorang teman mengabarkan bahwa salah seorang teman lama saya yang sekarang tinggal di tempat asalnya, Ponorogo, sedang berada di Malang. Teman tadi bertanya kepada saya, "apa sampean sudah bertemu dengan mas Irul?" Ya, teman lama tersebut biasa disapa "Irul." Sedang nama lengkapnya adalah Khoirul Anwar. Saya jawab "belum."

Sayapun kemudian menghubungi HP-nya, tapi tidak diangkat. Saya kemudian bertanya kepada teman nongkrong saya apakah Irul datang ke Malang bersama dengan istrinya. Teman tersebut menjawab "ya." Tidak lama kemudian HP saya bergetar tanda sebuah pesan melalui SMS masuk. Sayapun mengangkat dan ternya sebuah pesan dari Irul yang mengabarkan bahwa ia masih berkeliling bersama istrinya.

Sayapun berpikir bahwa Irul pasti sedang menghabiskan malam tahun baru bersama sang istri. Minimal, dia akan berkeliling bersama istrinya sampai pukul 00.00 WIB. Karena itu saya memutuskan untuk menunggunya sampai pukul 00.30.

Intinya. Saya melewati tahun pergantian tahun 2008 M ke tahun 2009 M di warung, tanpa seorang sepesial menemari. Menurutmu, aku orang yang lagi sial ngak?

Artikel Terkait:

Masukkan Email Untuk Berlangganan

1 komentar:

Arief Zein said...

1. warung pakde... mm..pasti sudah ga'ngutang lagi
2. buju busyet dah ada 3 perempuan yang ngelamar ya ya ya..
3. "ada beberapa perempuan yang pernah meunjukkan rasa suka ke saya, bahkan sudah ada yang menyatakan perasaannya ke saya. Tapi karena saya masih ingin bebas, saya dengan halus menolaknya"..
no commet-lah!
4. anak kost? nge-kost dimana han?
5. SIAL SIH NDAK CUMAN MENYEDIHKAN IYA

hahahahaha.. kapan2 kamu ngerayain tahun baru, bukannya dulu kamu anti budaya begituan..

Post a Comment

Berikan Komentar Anda! Saya Akan Sangat Senang Bila Anda Melakukannya. Tapi Ingat!!! Komentar Yang Membangun ya?. Trims.