Friday, March 13, 2009

Kebingungan Masyarakat

Pemilu untuk memilih anggota legislatif (DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota) tinggal sebentar lagi. Pihak-pihak yang terkait dan berkepentingan dengan momentum ini sudah sibuk di sana-sini. KPU mempersiapkan logistik, aparatur dan kesibukan sosialisasi. Parpol dan para caleg mengupayakan dukungan. LSM-LSM dan lembaga sejenis berusaha memberikan konstribusi bagi pesta demokrasi ini. Ormas-ormas juga tidak kalah. Mereka juga berusaha untuk memberikan kontribusi maksimal mereka bagi pelaksanaan Pemilu kali ini. Bagaimanakah dengan rakyak?


Sistem pemilihan legislatif dengan perolehan suara terbanyak yang diharapkan mampu menghasilkan kualitas anggota legislatif yang lebih baik ternyata justru membuat masyarakat bingung. Rakyat yang selama puluhan tahun tidak biasa dihadapkan pada banyaknya pilihan menjadi pusing ketika melihat banyaknya daftar caleg yang harus dipilih. Di bilik suara nanti masyarakat bisa dihadapkan untuk memilih ratusan nama. Dari sekian ratus nama, hanya satu nama yang akan dipilih. Padahal menurut pengamatan sekilas saya, ketika disodorkan kepada mereka partai yang begitu banyak jumlahnya masyarakat sudah merasa bingung. Apalagi ketika harus berhadapan dengan ratusan nama yang sebagian besar belum mereka kenal.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh LSI, sistem keterpilihan caleg dengan suara terbanyak belum mampu meningkatkan kualitas calon terpilih. Karena dibingungkan dengan banyaknya pilihan calon anggota legislatif, maka masyarakat menyederhanakan keruwetan itu dengan memilih Parpol, bukan caleg. Maka Parpol-parpol besar akan tetap mendominasi di Pemilu kali ini, walaupun dengan banyaknya kontestan, maka pemilu kali ini tidak akan memunculkan Parpol yang begitu dominan dalam memperoleh suara.

Persoalan lain adalah masih banyaknya masyarakat yang masih bingung dengan tata cara meilih caleg. Hal ini sungguh menghawatirkan. Karena dengan banyaknya kesalahan yang berujung pada banyaknya suara yang tidak sah, maka partisipasi masyarakat menjadi percuma saja.

Semoga segala kekurangan segera bisa ditutupi, dan segala kesalahan segera bisa diperbaiki, amien...

Artikel Terkait:

Masukkan Email Untuk Berlangganan

3 komentar:

ennoadi said...

Betil bung.. dari banyaknya partai [apalagi banyak muncul partai2 baru] dan nama2 calegnya yang kita sama sekali ngk kenal dan ngk tau sepak terjangnya aza dah bikin kita kerut dahi..
bagaimana harus memilihnya saat pemilu nanti ?
yang ada ikut2an temen dech... he he he..

torik said...

wah makin rumet dan pusing milih wakil rakyat yang amanah.... kasihan buat parang orang2 yang sudah lansia

obet said...

golput jg asyik dech

Post a Comment

Berikan Komentar Anda! Saya Akan Sangat Senang Bila Anda Melakukannya. Tapi Ingat!!! Komentar Yang Membangun ya?. Trims.