Friday, April 10, 2009

Ketika Parpol Islam Sudah Tidak Lagi Menarik

Melihat hitung cepat hasil pemilu legislatif (Pileg) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei memang tidak menimbulkan keterkejutan atau sesuatu mengherankan bagi saya. Ini karena hasil hitung cepat tersebut tidak begitu jauh dengan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei yang dipublikasikan beberapa saat atau beberapa bulan sebelum hari pencoblosan, tanggal 09 April 2009. Yang saya ketahui, 5 dari 8 lembaga survei menempatkan Partai Demokrat (PD), dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ikonnya, sebagai pemenang pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2009 tersebut.

Sebagaimana laporan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), tentang Efek Calon terhadap Perolehan Suara Partai Menjelang Pemilu 2009, PD memperoleh 23%, PDI 17%, Golkar 13%, PKB 5%, dan PKS 4%. Survei tersebut dilakukan pada rentang tanggal 8 - 18 Februari 2009.


Untuk memperkuat datanya, LSI membuat perbandingan dengan hasil survei lembaga-lemba survei lain. LSI mengelompokkan lembaga-lembaga tersebut menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah lembaga-lembaga yang menempatkan lembaga-lembaga yang menempatkan PD pada urutan pertama. Lembaga-lembaga tersebut adalah Lembaga Survei Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan "LSI Saiful Mujani," Reform, Danareksa, Cirus, dan LP3ES. Sedang di kelompok kedua adalah lembaga-lembaga yang menempatkan PDIP pada urutan pertama. Lembaga-lembaga tersebut adalah Lingkarang Survei Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai "LSI Deny J.A," Puskaptis, dan LSN.

Nilai Jual Partai Islam
Menurut hasil hitung cepat, tiga besar dihuni oleh partai-partai yang plural, atau partai-partai nasionalis. Menurut hasil hitung cepat LSI "Saiful Mujani" PD memperoleh 20.48%suara, PDIP memperoleh 14.33%, PG memperoleh 13.95% (Sumber: Metro TV). Sedang menurut LSI "Deny J.A" PD memperoleh 20.23%, PG memperoleh 14.90%, PDIP memperoleh 14.04% (Sumber: TV One). Sedang menurut LP3ES PD memperoleh 19.6%, PG memperoleh 14.9%, PDIP memperoleh 14.4% (Sumber: RCTI). Sedang menurut Cirus PD memperoleh 20.57%, PDIP memperoleh 14.26%, PG memperoleh 14.57% (Sumber: Cirus).

Terus, di manakah posisi atau perolehan suara partai-partai Islam? Partai Islam yang saya maksud di sini adalah partai-partai yang menggunakan atau mencantumkan secara formal Islam sebagai asas partai dan partai-partai yang berbasiskan masa muslim, walaupun tidak mencantumkan Islam sebagai asas. Parati yang menggunakan asas Islam adalah seperi PKS, PPP dan PBB. Sedang partai-partai yang tidak berasaskan islam tapi berbasiskan masa islam adalah seperi PAN dan PKB.

Menurut hasil hitung cepat, posisi tertinggi partai islam diraih oleh PKS, yaitu diurutan ke-4. Disusul dibawahnya adalah PAN, PPP, dan PKB. Sedangkan partai Islam yang lain justru terancam untuk tidak bisa mendudukkan wakilnya di Senayan atau DPR RI karena tidak mencapai perolehan suara minimal 2,5%.

Perlu dicatat pula. Walaupun PKS ada diurutan ke-4, perolehan suaranya jauh di bawah partai nomer 3, apalagi nomer 1!. Perolehan suara PKS hanya sekitar 7,85%! Dibandingkan perolehan suara partai di nomor urut 3, perolehan PKS hanya separuhnya.

Walaupun agak tergesa-gasa, saya sudah berani menyimpulkan bahwa partai-partai Islam dan juga partai agama yang lain tidak laku lagi sekarang. Bagaimana menurut Anda?

Artikel Terkait:

Masukkan Email Untuk Berlangganan

1 komentar:

ireng_ajah said...

Mungkin karena orang2 berpikiran, partai yg terbentuk atas dasar agama..hanya untuk golongan tertentu (agama masing2)

Post a Comment

Berikan Komentar Anda! Saya Akan Sangat Senang Bila Anda Melakukannya. Tapi Ingat!!! Komentar Yang Membangun ya?. Trims.