Coretan Imtihan Merupakan Blog tentang ungkapan hati, perassan dan pikiran Dari Seorang Blogger Yang Senantiasa Ingin Belajar, Belajar, Dan Belajar ...
Tuesday, February 14, 2023
Training di RAD Indonesia Memberikan Sertifikat Internasional
Friday, January 15, 2021
Sedikit Tapi Istiqomah itu Lebih Baik daripada Banyak tapi Cuma Sekali
Salah satu hal penting yang dilakukan ketika melakukan sesuatu adalah konsistensi atau istiqomah. Tidak peduli besar atau kecil suatu perbuatan jika dilakukan akan menghasilkan dampak yang besar. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit, itulah bunyi salah satu pepatah kita.
Dalam pepatah atau kata bijak Arab juga ada "khairul amali dawamuwu wa in qalla," yang berarti "sebaik-baik perbuatan adalah terus-menerusnya walaupun itu sedikit." Dari sini lebih jelas bahwa kata kuncinya adalah terus-menerus, konsisten, dan istiqomah. Perbuatan kecil yang dilakukan secara terus menerus akan lebih baik daripada perbuatan besar tapi cuma sekali.
Baca Selengkapnya.....>>>Friday, April 3, 2020
Konsisten dan Istiqomah dalam Ngeblog Ternyata Tidaklah Mudah
Pertama kali mengenal dunia blogging pada tahun 2008. Perkenalan itu tersejadi secara tidak sengaja. Ceritanya, pada saat momen pilkada provinsi jawa timur tahun 2008 saya mampir ke tempat teman di Surabaya. Ternyata ia sedang berada di posko pemenangan salah satu kandidat. Posko tersebut dibuat oleh bosnya yang kebetulan pimpinan sebuah partai kecil. Partai tersebut adalah salah satu pendukung si kandidat.
Wednesday, December 25, 2019
Man Jadda Wajada: Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Pasti Akan Sukses
Novel Negeri Lima Menara merupakan novel motivasi tentang pendidikan. Ini sangat menarik bagi para pelajar atau santri yang sedang menuntut ilmu. Apalagi ketika mereka harus merantau jauh dari rumah dan orangtua. Masih kecil, hidup jauh dari orangtua dan diharuskan menjalani disiplin yang ketat tentu bukan hal mudah. Dibutuhkan semangat dan kesungguahn untuk menjalaninya.
Wednesday, August 8, 2012
Membangkitkan Kembali Semangat Ngeblog
Pemilik blog ini sebenarnya sudah berusaha membuat blog baru. Bahkan blog baru tersebut sudah dicustom domain dengan domain dot.com. Tapi walaupun demikian hal tersebut ternyata belum mampu membangkitkan semangat blogging seperti sedia kala.
Semoga setelah ini semagant itu kembali dan blog ini pun terisi dengan poting-posting baru. Dengan demikian blog ini menjadi bermanfaat kembali, baik bagi si admin maupun bagi para pengunjung. Amien...
Wednesday, July 27, 2011
Belajar dari Tutorial Cara Membuat
Untuk sementara belum banyak posting di blog tersebut. Dan posting-posting yang ada masih didominasi oleh tutorial seputar dunia internet, terutama blog. Kita perlu menunggu bagaimana kelanjutan dari blog ini.
Bagi yang tertarik berkunjung bisa langsung menuju ke TKP. Anda juga bisa berlangganan posting dari blog yang satu ini. Dengan berlangganan Anda bisa mengikuti perkembangan postingan-postingan yang ada di blog ini.
Kalau nantinya dalam perkembagannya ternyata blog ini tidak memberikan posting-posting yang bermanfaat buat Anda, Anda bisa berhenti berlangganan.
Sunday, April 18, 2010
TEH ES ATAU ES TEH?
Beberapa saat yang lalu saya berkunjung ke Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya ke Kota Banjarmasin, Banjar Baru, Maratapura (ibu kota Kabupaten Banjar), dan ke Batulicin (ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu). Saya berada di “Bumi Lambung Mangkurat”, sebutan untuk Kalsel, kurang lebih selama satu bulan. Saya pertama kali menginjakkan kaki di bandara Syamsuddin Noor Banjar Baru pada tanggal 09 Maret 2010, dan menginjakkan kaki kembali di bandara Juanda Sidoarjo pada tanggal 15 April 2010.Saya tidak sendirian dalam kunjungan tersebut. Ada tiga orang teman yang bersama saya.
Daerah pertama yang kami kunjungi tentunya adalah Banjar Baru, karena di sinilah terletak bandara Syamsuddin Noor. Waktu di Kalsel berbeda dengan waktu di Jawa Timur. Kalsel sudah masuk dalam wilayah Waktu Indonesia Tengah (Wita). Dan inilah untuk pertama kalinya saya ke luar dari Waktu Indonesia Barat (WIB) dan mengunjungi Wita. Sebelumnya saya memang pernah ke Pulau Kalimantan. Tapi kunjungan saya sebelumnya adalah ke Kabupaten Kotawaringin Barat yang masuk Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Wilayah Kalteng sendiri masih masuk wilyah WIB.
Dari bandara Syamsuddin Noor kami langsung menuju Marapura, ibu kota Kabupaten Banjar. Kami berada di sana sekitar dua minggu.
Ketika berada di Kalsel kami merasakan masalah di masakan. Ya, masakan Kalsel tidak sesuai dengan selera kami. Masakan Kalsel berasa manis, sedang kami lebih suka selera pedas. Di Penginapan Martapura tempat kami menginap berulang kali kami meminta sambal yang pedas, tapi tetap saja kurang sambal yang disajikan kurang pedas dan masih terasa manis. Bahkan salah seorang teman saya sempat berkelakar dengan menanyakan apa terjemahan kata pedas dalam Bahasa Banjar. Takutnya ada istilah yang berbeda untuk mengatakan pedas.
Hal yang lain yang berbeda adalah tentang penyebutan “Es Teh.” Warga Kalsel tidak menyebutnya dengan “Es teh” tapi “Teh Es.” Salah seorang teman saya mengatakan bahwa benar juga penggunaan istilah “Teh Es.” Ini sesuai dengan penggunaan istilah “Teh Panas.”
Mengenai hal ini saya mengatakan ke teman-teman bahwa orang Kalsel mengategorikan minuman tersebut dalam kategori TEH, sehingga kata “Teh” diletakkan di depan. Ini sama dengan penyebutan teh manis, teh pahit, teh hangat, panas, atapun teh botol.
Apa dengan itu masyarakat selama ini kita salah dengan menyebut minuman tersebut “Es Teh?” Tentu tidak. Ini karena kita memasukkan minuman tersebut dalam kategori ES. Ini sama dengan kita es jeruk, es kopyor, dll.
Ketika sendang menginap di Martapura itulah kami meluangkan waktu untuk berkunjung ke Banjarbaru lagi, tepatnya di Lapangan Murjani. Waktu itu juga saya dengan salah seorang teman menyempatkan diri untuk mengunjungi salah seorang teman yang tinggal di Batulicin, kabupaten Tanah Bumbu.
Setelah sekitar du minggu di Martapura kami pindah ke Banjarmasin. Sekitar dua minggu kami tinggal di kota yang berjuluk “Kota Seribu Sungai” tersebut.
Tuesday, January 5, 2010
Membuat Blog Baru
Kevakuman dalam membuat postingan di blog ini dikarenakan saya sedang membuat blog baru. Entah kenapa saya agak bosan dengan Coretan Imtihan sehingga saya ingin membuat yang lain. Saya ingin yang baru dengan blog baru juga. Blog baru tersebut akhirnya lahir pada awal tahun 2010. Artinya tahun baru dengan blog baru.
Bagi yang ingin tahu, blog baru tersebut bernama X-Blog Contest. Saat ini memang belum banyak postingan yang sudah dibuat di di situ. Tapi itu hanya soal waktu.
Selamat mengunjungi blog baru tersebut...
Oh ya lupa, selamat atahun baru 2010. Semoga aktifias blogging di tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu.
Sunday, November 15, 2009
Misteri Kontroversi 2012
Beberapa saat yang lalu, dan sampai saat ini masih berlangsung, muncul kontroversi di masyarakat tentang akan terjadinya kiamat di tahun 2012. Beberapa tulisan yang dibuat oleh para blogger banyak yang mengulas kemungkinan terjadinya kiamat ini. Televisi nasional juga membahas panjang lebar. Beberapa narasumberpun dimintai pendapat tentang peristiwa yang menakutkan ini, mulai dari orang umum, para artis, para normal, sampai ulama. Hal ini ternyata cukup mempengaruhi atensi masyarakat.Ramalan kiamat 2012 didasarkan pada ramalan suku Maya. Suku Maya sendiri merupakan salah satu suku yang mendiami benua yang setelah 'ditemukan" diberi nama "Amerika". Jadi suku maya berupaka salah satu suku Indian. Kata "indian" merupakan sebutan yang diberikan oleh orang luar benua "baru" tersebut terhadap penghuni benua Amerika. Hal sebenarnya berawal dari kekeliruan para pendatang Eropa. Orang-orang Eropa tadi mereka sudah sampai ke India dan menyebut penduduk yang tinggal di situ dengan "indian", atau "orang india".
Mulai Jum'at, 13 November lalu telah diputar dibioskop2 sebuah film yang menceritakan tentang peristiwa kiamat. Judul film tersebut adalah "2012". Film inipun membuat penasaran. Masyarakat berbondong-bondong ke gedung bioskop untuk menyaksikannya. Saya dan teman-teman ingin menyaksikan, tapi tiket habis.
Sayapun hanya bisa melihat review film dan cuplikan-cuplikan yang ada.
Tapi satu hal yang sudah saya simpulkan sebelum sempat menonton film ini. Ternyata perdebatan yang ada tidak lepas dari kepentingan si pembuat film. Dengan didahului oleh kontroversi kiamat 2012 masyarakat menjadi begitu tertarik untuk menyaksikan film tersebut.
Oh... ternyata
Tuesday, October 27, 2009
Program 100 Hari: Menaikkan Gaji!!!
Setelah drama pemilihan menteri yang dilanjutkan dengan pelantikan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 2 selesai, presiden dan para menterinya disibukkan dengan program 100 hari pertama yang akan dilakukan. Rakyatpun menunggu dan memperhatikan apa yang dihasilkan oleh para menteri. Kebijakan-kebijakan apa yang akan dibuat dalam seratus hari pertama dalam menjalankan amanah rakyat.Kemampuan menteri KIB 2 untuk langsung bekerja diragukan oleh banyak pihak. Ini tidak lepas dari banyaknya menteri yang berasal dari unsur partai politik. Mereka bukanlah orang-orang professional di bidang atau departemen mereka. Maka tentu mereka dituntut untuk terlebih dahulu mempelajari kementerian yang mereka jabat sekarang. Untuk itu, banyak juga yang meregukan kemampuan para menteri untuk membuat Program Seratus Hari Pertama Pemerintahan. Saya sempat bercanda dengan teman saya dengan mengatakan, program seratus hari pertama para menteri adalah kenalan dan tasyakuran.
Tapi ternyata, sebagaimana diberitakan oleh media beberapa hari yang lalu dan sekarang mungkin masih menjadi pembicaraan hangat, salah satu program seratus hari para menteri adalah Meminta Kenaikan Gaji. Ternyata.....
Sunday, October 25, 2009
Gerakan Anti Gempa
Teman saya pun kemudian bercanda dengan mengatakan bahwa presiden kita yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono, adalah presiden yang "Pro Gempa". Dan yang mungkin bisa membawa kita untuk berpikir negatif tentang presiden kita ini adalah, bahwa setiap presiden SBY selesai dilantik, gempa mengiri. Belum lama dilantik menjadi presiden pada 2004 lalu, gempa yang diikuti dengan stunami menimpa Aveh dan Nias. Sekarang, beberapa hari setelah dilantik, beberapa gempa sekaligus mengguncang negeri ini.
Saya pun kemudian bercanda juga dengan mengatakan bahwa kita perlu membuat gerakan yang disebut dengan "Gerakan Anti Gempa".
Tuesday, October 20, 2009
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Membicarakan jati diri bangsa merupakan hal cukup memusingkan bagiku. Kalau berbicara tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia maka kita sebutkan bahwa, Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Tapi ketika berbicara bangsa, aku sedikit bingung. Negara kita paling tidak terdiri dari 300 kelompok etnis. tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, termasuklah kebudayaan sendiri yaitu Melayu.
Saya jadi teringat dengan salah satu diskusi yang aku ikuti pada saat bulan Ramadhan lalu. Sebuah diskusi yang yang diadakan oleh beberapa kader muda HMI yang menamakan diri mereka dengan "Madzhab Djaeng". Diskusi tersebut membahas tentang hubungan antara Indonesia dan Malaysia yang sedang memanas. Pembicara dalam diskusi tersebut adalah Yusli Effendi, seorang pengajar di Jurusan Hubungan Internasional UMM.
Salah poin yang disampaikan oleh sang pembicara adalah bahwa ditengan kondisi yang mengglobal seperti sekarang, di mana gejala homogenisasi begitu kuat, setiap negara membutuhkan suatu identitas sebagai pembeda, yang membuatnya memiliki ciri khusus yang mudah diingat.
Malaysia tidak banyak memiliki hal yang bisa membuatnya dianggap berbeda dari negara yang lain. Untuk itu dia mencari-cari hal tersebut. Dan karena tidak dapat, maka ia mengambilnya dari negara yang mempunyai kesamaan, yaitu Indonesia.
Dan kalau kita hubungkan dengan tema "Mengembalikan Jati Diri Bangsa" yang sedang kita bicarakan, maka kita diharuskan untuk mengembangkan yang ada pada kita. Yang ada itu bukan hanya bersifat fisik seperti Batik, tapi juga bagaimana kita berpikir, merasa dan bertindak.
Kayaknya itu dulu....
Saturday, October 10, 2009
Mengharap Keajaiban (Bagian 2/Habis)
Terjadinya gempa di Sumatera Barat membuat saya teringat kalo ada tulisan yang belum dituntaskan. Kebetulan peristiwa tersebut sedikit banyak berhubungan dengan tulisan yang terputus itu. Karena peristiwa sedahsyat gempa Sumbar akan pasti dikaitkan dengan Yang Ghaib. Dan biasanya juga akan banyak berkembang cerita tentang hal-hal yang dianggap ajaib, seperti bayi yang tidak berdaya selamat di saat orang-orang yang kuat dan perkasa menjadi korban.
Dalam tulisan yang terputus dulu saya membahas tentang yang sakral dan yang profan. Kita harus membedakan mana yang sakral dan mana yang profan. Jangan sampai kita menganggap yang profan sebagai yang sakral. Seringnya manusia menganggap yang profan sebagai yang sakral disebabkan kekurang-tahuan manusia. Ketika terjadi peristiwa yang dahsyat seperti gempa dan manusia tidak mampu menjelaskannya, maka ia mencoba menjelaskannya dengan adanya keerlibatan yang sakral dalam peristiwa tersebut.
Tentunya tidak salah mengaitkan sebuah peristiwa dengan yang sakral. Yang menjadi masalah adalah pemahaman akan keterkaitan peristiwa profan tadi dengan sesuatu yang sakral. Seperti kalo kita mengaitkan terjadi badai di pantai selatan pulai jawa dengan kemarahan Nyi Roro Kidul, sang penguasa laut selatan. Biar sang penguasa laut tidak marah, maka harus ada sesaji yang harus diberikan.
Perisitwa-peristiwa yang dulu tidak mampu diketahui sebabnya oleh manusia sekarang sudah diketahui. Badai dan gempa yang terjadi tidak disebabkan oleh kemarahan yang sakral. Peristiwa-peristiwa tersebut adalah fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Negeri kita memang berada pada Ring Fire, yang menyebabkan kita selalui dihadapkan pada fenomena-fenomena alam yang dahsyat.
Dahsyatnya fenomena-fenomena alam tersebut sampai mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa dalam jumlah yang cukup besar. Hal tersebut membuat kita merasa lemah dihadapan yang sakral. Kelemahan tersebut mengakibatkan mata dan pikiran kita tertutup bahwa fenomena tersebut adalah fenomena alam yang bersifat profan.
Kalo kita menganggap fenomena-fenomena tadi sebagai yang sakral, maka kita tidak bisa mempelajarinya. Berbeda dengan kalao kita menganggapnya sebagai fenomena alam yang profan. Ia bisa, dan harus dipelajari. Dengan mempelajarinya, kita bisa menghindarkan diri dari akibat buruk fenomena-fenomena yang merusak. Paling tidak,kita bisa meminimalisir akibat buruknya.
Kalo kita terlalu banyak mengaitkan fenomena alam dengan sesuatu yang profan,kita bisa terjebak mengharapkan intervensi yang sakral kepada fenomena alam yang profan. Kita kemudian melakukan do'a, bahkan dilakukan dengan massal agar kita terhindar dari fenomena yang merusak.
Mari kita bantu saudara-saudara kita korban bencana, dan semoga kita segera bisa menemukan cara yang paling baik menghadapi fenomena alam yang berpotensi merusak. Mengharap keajaiban tidak menyelesaikan masalah!!!
Thursday, October 1, 2009
Semoga Cobaan Mencerdaskan Kita
Bencana kembali datang. Rabo, 30 September 2009, pukul 17.00 WIB gempa mengguncang pulau Sumatra. Gempa kali diperkirakan berkekuatan 7,6 sekala richter (SR). Pusat gempa itu berada di laut sekitar 57 km barat daya Pariaman, Sumatera Barat. Ribuan rumah diperkirakan rusak parah (JawaposKamis, 01 Oktober 2009). Dikatakan bahwa gempa kali ini lebih parah dari pada yang terjadi di Jogja 27 Mei 2006 (Kompas, Kamis, 1 Oktober 2009).Rentetan gempa bumi selalu melanda negeri ini. Belum lama ini terjadi gempa di pulau Jawa. Pada tanggal 2 September lalu gempa berkekuatan 7,3 SR menggoyang Jawa Barat. Artinya dalam sebulan terjadi dua kali gempa berkekuatan besar. Iklan tentang penyaluran dana bantuan untuk gempa Jawa Barat masih terpampang di media massa.
Pada 27 Mei 2006 gempa menggoncang DI Jogjakarta dan Jawa Tengah. Dan tentu yang paling dahsyat adalah gempa yang disertai tsunami yang terjadi di Aceh dan Pulau Nias pada 26 Desember 204. Peristiwa-peristiwa gempa bumi di atas hanyalah peristiwa gempa bumi yang dianggap mempunyai dampak kerusakan yang besar. Sedang yang tidak menimbulkan kerusakan besar lebih banyak lagi.
Ketika terjadi gempa dan tsunami di Aceh dan Nias, kita masih berdebat tentang peristiwa tersebut, bencanakah? ujiankah? atau adzabkah? Tapi sekarang perdebatan tersebut sudah dianggap "selesai".
Setelah merasa nyaman hidup di negeri yang maha indah dan dahsyat ini, kita baru sadar bahwa sebenarnya kita berada di Ring Fire. Bencana alam selalu mengancam kita setiap waktu.
Semoga apa yang kita alami justru membuat kita menjadi bangsa yang hebat dan cerdas. Paling tidak, hebat dan cerdas dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana yang selalu mengancam.
Wednesday, August 26, 2009
Menghormati Yang Tidak Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan
Saya tidak bermaksud mencari gara-gara, mencari-mencari sensasi, atau yang penting menulis yang berbeda. Saya punya alasan lain untuk coretan tersebut, bahkan dibilang cukup filosofis. Itupun kalau Anda setuju.
Sekita bulan Desember tahun 2008 lalu saya diminta untuk menjadi fasilitator sebuah pelatihan oleh teman saya. Pelatihan tersebut tentang Komite Sekolah. Tujuannya adalah agar komite sekolah yang selama ini ada bisa berjalan lebih maksimal. Pelatihan tersebut dilaksanakan di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Sedang pesertanya adalah komite-komite Sekolah Dasar di kabupaten tersebut.
Salah seorang nara sumber dalam acara tersebut sempat melemparkan ungkapan yang saya tulis di dinding FB saya, walaupun dengan ungkapan yang agak berbeda. Dia bercerita tentang dikusi yang membahas tentang bagaimana kita menghormati orang-orang yang sedang menjalankan puasa Ramadhan. Ketika peserta diskusi berbicara tentang banyak hal dalam rangka menghormati yang berpuasa, dia justru bertanya, dan kurang lebih pertanyaannya begini: Kenapa kita mesti membicarakan tentang menghormati orang yang berpuasa? Siapa yang berpuasa tersebut? Bukankah kita semua yang berpuasa? Justru kita harus mebicarakan bagaimana kita, yang berpuasa ini, mengormati yang tidak berpuasa.
Yang dimaksud orang yang tidak berpuasa itu bisa orang nonmuslim, yang sedang sakit, yang sedang dalam perjalanan atau musafir, dan atau yang memang tidak ingin menjalankan ibadah puasa. Kalau warung-warung harus tutup, bagaimana dengan para musafir yang membutuhkan makanan diperjalanan, juga bagaimana dengan orang-orang sakit, atau yang sedang hamil?
Sebagai mayoritas, kita selalu menuntut hak mayoritas kita. Dan sering kali tuntutan kita itu melanggar hak-hak minoritas.
Friday, August 21, 2009
Masih Pentingkah Idealisme?
Ia pun bercerita dengan pengalaman yang ia lalui selama berkecimpung dalam kancah pertarungan mendapatkan kursi anggota legislatif di salah satu kabupaten di Jawa Timur, atau tepatnya di salah satu daerah "Tapal Kuda". Kesimpulan dari pengalamannya, bahwa dalam dunia politik apapun sah dilakukan, asal tujuan tercapai. Dia gagal dalam pemilu legislatif lebih dikarenakan kurangnya dukungan finansial yang ia punyai. Sebagai anak muda ia kalah bersaing secara finansial dengan calon-calon yang telah mapan ekonominya.
Sang teman juga sempat menyindir seorang teman yang kebetulan dianggap cukup concern dalam dunia pemikiran. Ia mengatakan bahwa ia beda aliran dengan teman tersebut. Baginya, inilah relaitas politik. Realitas tersebut tidak ada hubungan dengan dunia pemikiran yang selama ini kita geluti. Dunia "nyata" berbeda dengan dunia pemikiran yang masih kental idealismenya. Baginya, kita harus membuang idealisme ketika kita terjun dalam dunia politik.
*******
Dua hari ini saya menemani seorang teman yang lain. Teman yang ini bisa dikatakan sudah lebih sukses dari teman yang pertama tadi. Sama-sama terjun di dunia politik, teman yang satu ini malah sedang menikmati kesuksesan. Ia memang tidak terjun dalam pertarungan memperebutkan kursi empuk legislatif. Tapi kesuksesan poltik yang ia raih bisa dikatakan menyamai, bahkan melebihi dari kesuksesan menjadi anggota DPRD.
Ia memaparkan cerita suksesnya kepada teman-teman. Ia menjelaskan dengan gayanya yang khas, yaitu dengan menggebu-gebu. Intinya tidak jauh dengan cerita teman yang pertama, dunia poltik berbeda dengan dunia yang kita pelajari di bangku kuliah. Bahkan kita harus berani menabrak norma-norma yang ada, karena realitas yang sesungguhnya tidak sesuai, bahkan sangat bertentangn dengan norma-norma yang kita pengani, dan yang dipegang dan diyakini oleh masyarakat. Kalau mau sukses dalam politik, pragmatismelah yang harus dikembangkan.
Saya memahami teman yang pertama. Memang begitulah dia yang saya kenal dari dahulu. Tapi teman yang kedua???? apa yang disampaikan berbeda dengan yang dulu saya kenal.
Ketika bercerita tentang pengalamannya saya tidak banyak menyela. Saya hanya kadang-kadang mengalihkan pembicaraan. Saya tidak mau berdebat dengannya di depan yunior-yuniornya.
Saya paham dunia politik adalah dunia yang tidak ramah. Saya teringat dengan nasehat Niccolò Machiavelli (3 Mei 1469 – 21 Juni 1527), bahwa untuk menjadi politikus handal kita harus menggabungkan sifat garang harimau dan sifat licik rubah.
Masalahnya, apakah kita harus betul-betul membuang idealisme ketika terjun ke dunia politik? Betulkah politik itu hitam sehingga tidak akan ada politikus yang "tidak hitam"? Dengan menjadi harimau dan rubah bukan berarti kita harus menjadi orang yang jahat, begitu kira-kira yang terlintas dalam pikiran saya .... ???!!!
Saturday, August 15, 2009
PR Blog Naik Turun
Ketika saya mengupdate blog pada tanggal 08 Agustus tersebut terjadi perubahan pada blog. Page Rank (PR) versi mypagerank mengalami perubahan, atau lebih tepatnya penurunan, yaitu dari PR 3 menjadi 0. Sedang PR versi PR Checker tidak mengalami perubahan, tetap PR 3. Jadi ada dua versi PR yang berbeda. Untuk info, PR versi mypagerank ada di sidebar sebelah kanan, sedang versi PR Checker ada footer.
Hari ini kedua versi tersebut menjadi sam kembali, yaitu kembali ke PR 3. Ini menjadi pelajaran agar saya rutin mengupdate blog biar PR blog tidak turun. Dan kalau bisa, PR blog ini mengalami peningkatan.
Sunday, July 26, 2009
Percaya Dgn Hari Baik
Kebetulan akhir-akhir ini teman-teman dekat dengan seseorang. Kedekatan tersebut bermula ketika salah seorang teman membutuhkan bantuan. Seorang teman kehilangan motor dan meminta orang tersebut untuk membantu mencarikan. Kebetulan orang tersebut punya akses ke komplotan pencuri motor.
Dalam waktu dekat teman- tteman satu kos-kosan akrab betul dengan orang tersebut. Tentu ini hal baik. Tapi ada juga hal yang saya kita kurang baiknya. Dia terkesan mendominasi teman-teman, dan teman-teman juga merasa enjoi saja ketika dia begitu mendominasi. Dominasi tersebut termasuk dalam bebrapa keputusan penting yang hendak diambil oleh teman-teman.
Ini juga terjadi ketika teman-teman hnedak menentukan hari kapan akan pindah ke ruko yang dikontrak tersebut. Dia percaya pada hitungan hari jawa, termasuk hari baik dan hari kurang baik dalam melakukan perpindahan tempat.
Iapun kemudian menanyakan weton teman yang punya usaha di ruko ini. Setelah mengetahui wetonnya, iapun menghitung dan menetukan hari baik untuk pindah. Teman saya tadipun menuruti hitungan tersebut. Padahal teman saya cukup menguasai filsafat. Tapi entahlah....
Sunday, June 28, 2009
FreeCell Game #-1 dan #-2
Dibandingkan dengan soliter, saya lebih sering dan lebih suka memainkan free cell. Alasan kenapa saya lebih suka memainkan free cell adalah karena di sana tidak terdapat faktor untung-untungan. Kalau kita teliti, kita bisa menghitung secara matematis dalam menyelesaikan setiap nomornya. Ini berbeda dengan soliter. Game ini memadukan antara perhitungan dan keberuntungan.
Kalau ingin lebih menikmati permainan ini, Anda bisa meninggalkan kartu-kartu kecil untuk tertutup. Ketika permainan sudah hampir selesai Anda baru membuka kartu tersebut. Dengan cara bermain seperti ini, kartu-kartu bisa tertata rapi sebelum permainan diselesaikan.
Hampir semua nomor dalam soliter bisa diselesaika, dan mungkin memang begitu adanya. Tapi seorang teman pernah memberikan nomor permainan dalam free cell yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan cara-cara yang wajar dan benar. Cara wajar dan benar dalam artian kita menyelesaikan game ini tanpa memencet tombol tertentu yang langsung menyelesaikan permainan. Nomor permainan yang tidak bisa selesaikan tersebut adalah FreeCell Game #-1 dan FreeCell Game #-2.
Kalau Anda pernah menyelesaikan dua nomor ini, silahkan beritahu saya. Ok sob?
Saturday, June 27, 2009
Coba-coba Ikut Kontes Blog
Tidak terasa blog saya berumur setengah tahun. Walaupun saya tidak terlalu aktif ngeblog, tapi perkembangan blogku lumayan menggembirakan. Sampai tulisan ini dibuat, PR blogku 2, sedang Alexa Rankingnya sekitar 593,045.
Walaupun terbilang baru, tapi blogku sudah pernah saya ikutkan kontes-kontes untuk blog. Saya tidak menargetkan untuk memenangkan kontes ketika mengikutinya. Keikutsertaan saya adalah untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan saya soal blog.
Beberapa kontes yang saya ikuti adalah:
- Aku Untuk Negeriku
- KapanLagi.com's Friends Periode II
- Samsung LED TV
- Z TECH V 5 Mesin Absen Terbaik dan ekonomis
- Alnect.net Blog Contest Periode I
- RUSLI ZAINAL SANG VISIONER
- Stop Dreaming Start Action
Untuk kontes yang sudah berakhir, belum ada satupun saya memperoleh juara. Sedang untuk kontes yang sedang berjalan, belum ada tanda-tanda saya akan memperoleh juara. Sekali lagi, keikutsertaan saya lebih untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman.