Tuesday, August 11, 2009

Honor Survei Tidak Turun-Turun

Ini bermula saat seorang teman menghubungi saya. Pada saat itu saya sudah terbaring di atas kasur. Awalnya saya merebahkan diri sambil nonton televisi. Tidak lama kemudian saya pun tertidur, dan akhirnya bukan nonton televisi, malah ditonton televisi. Tidur saya malam itu terganggu oleh getar HP. HP saya memang hanya saya kasih getar, tanpa nada.

Dengan malas saya angkat telepon. Suara seorang teman terdengar di seberang telepon. Ia memberitahu saya kalau akan ada Quick Count yang akan diadakan oleh salah satu lembaga survei nasional. Sayapun langsung mengerti kalau Quick Count tersebut adalah untuk Pemilu Presiden. Sayapun langsung menyatakan kesediaan untuk ikut dalam acara tersebut. Dia juga meminta agar saya bisa mengajak yang lain. Saya diminta untuk mengajak sekitar delapan orang. Ia mengajak saya untuk bertemu besok pagi dan langsung berangkat untuk meninjau lokasi.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 ketika saya menerima telepon. Dan sesudah pembicaraan tadi saya tidak bisa memejamkan mata. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke warung dan menikmati secangkir kopi.

Di pagi harinya saya langsung bersiap-siap untuk berangkat ke tempat di mana saya akan bertemu dengan teman yang menghubungi semalam.

Saya bertemu dengan teman saya tersebut dan mengatakan kalau orang yang dibutuhkan adalah orang yang berdomisili di kabupaten tempat yang akan menjadi tempat kita melakukan Quick Count. Oh ya, tadi saya lupa mengatakan bahwa tempat kami akan melaksanakan Quick Count adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur.

Setelah berusaha untuk menghubungi beberapa teman, saya pun berhasil menghubungi seorang teman yang bersedia untuk ikut dalam program ini. Dia juga bersedia untuk menghubungi temannya yang lain.

Singkat cerita, kami bertemu dengan para relawan setempat dan kemudian melakukan pertemuan dengan koordinator wilayah untuk melakukan pembekalan singkat, sekaligus pembagian sample Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan kami survei. Setelah itu kami langsung mensurvei tempat masing-masing.

Agenda Quick Count, dan juga Exit Poll, tersebut berjalan dengan lancar. Memang sih ada sedikit masalah, yaitu salah seorang relawan mengalami kecelakann dan harus istirahat sampai sekitar tiga bulan. Ia mengalami kecelakaan sepulang dari TPS.

Yang menjadi masalah adalah bahwa lembaga tersebut belum membayarkan honor kepada relawan sampai sekarang. Yang lebih tidak mengenakkan lagi bagi saya, para relawan tersebut ikut dalam agenda ini atas ajakan saya. Jadi saya merasa tidak enak kepada teman-teman.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan para koordinator wilayah. Mereka tentu selalu ditanya oleh para relawan yang belum menerima honor survei. Sampai sejauh ini mereka baru mendapatkan uang transport dan komunikasi saja.

Saya berharap Lembaga tersebut menyelesaikan kewajiban mereka. Publik dan juga lembaga survei yang lain mungkin sudah tidak percaya lagi dengan lembaga ini. Ini terkait dengan data survei yang mereka paparkan menjelang Pilpres. Lembaga ini mempublikasikan hasil suvei yang berbeda, bahkan mungkin sangat, dengan lembaga-lembaga survei mapan yang lain.

Di saat mayoritas lembaga survei yang lain mempublikasikan hasil survei bahwa Pilpres kemungkinan besar akan berlangsung dalam satu purtaran saja, lembaha ini memaparkan data bahwa pilpres akan berlangsung dengan dua putaran. Pemimpin lembaga ini bahkan berani menantang lembaga yang lain, yaitu barang siapa yang datanya salah, maka ia siap bubar. Dan sejauh ini data lembaga tersebutlah yang salah.

Jangan sampai lembaga ini sudah kehilangan kepercayaan publik, juga tidak membayarkan honor yang menjadi hak para relawan.

Trims.

Artikel Terkait:

Masukkan Email Untuk Berlangganan

1 komentar:

Joko said...

Wah, ini sudah nggak bener namanya. Memang susah, ya kalau lembaga survey sudah bermuatan kepentingan seperti ini. Prihatin!

Post a Comment

Berikan Komentar Anda! Saya Akan Sangat Senang Bila Anda Melakukannya. Tapi Ingat!!! Komentar Yang Membangun ya?. Trims.