Friday, March 13, 2009

Di Belakang Manusia Paling Berpengaruh

Sebagai pemeluk Islam, saya dan anda semua yg seiman dengan saya, tentunya tidak meragukan lagi ketokohan Muhammad. Dia adalah figur sentral bagi agama yang diwahyukan pada awal abad ke-7 M masehi tersebut. Karena kemudian agama ini mampu menunjukkan kesusksesan yang luar biasa dan akhirnya tersebar di banyak daerah, di mulai dari Makkah dan sekitarnya, akhirnya menyebar ke daerah kekuasaan Romawi dan persia. Penyebaran pengaruh tersebut bukan hanya saja di wilayah yang terkait dengan hubungan manusia dengan Tuhannya, tapi juga urusan sosial-politik, sosio- kultural, dan sosio ekonomi. Sejarah telah menncatat segala kegemilangan tersebut. Sehingga peran dan pengaruh Muhammad bukanlah sekedar mitos yang hanya tersebar dari mulut ke mulut tanpa punya bukti sejarah.


Tidak heran jika kemudia tokoh-tokoh Barat banyak yang tidak dapat mengingkari pengaruh sang Nabi. Sejarah pertikaian dan permusuhan yang panjang antara Timur yang diwakili oleh dan Barat yang didominasi oleh pemeluk Kristen tidak menghalangi pengakuan tersebut. Termasuk di dalam tokoh Barat yang mengakui ketokohan Muhammad adalah Michael H. Hart. Ia Bahkan menempatkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia.

Muhammad adalah manusia yang tidak bisa menghindarkan diri dari hukum-hukum yang berlaku secara umum bagi manusia. Termasuk di antaranya ialah ia tidak mungkin berjuang dan menyebarkan pengaruh Islam seorang diri. Ia masih makhluk sosial yang membutuhkan manusia yang lain. Di balik kesuskesannya terdapat banyak nama yang turut serta bahu membahu memperjuangkan Islam. Kalau begitu, kira-kira siapakah nama yang paling berpengaruh?

Ada yang menyebut Abu Bakar, ada yang menyebut Umar Bin Khatthab, ada yang menyebut nama Ali Bin abi Thalib, ada yang menyebutkan nama-nama yang lain. Bagi saya sendiri, orang yang paling berpengaruh bagi kesuskesan perjuangan Muhammad adalah istri tercintanya, Khadijah. Istri pertama dan cinta sejatinya inilah yang memberikan segala yang ia miliki untuk perjuangan suami tercinta.

Peran Khadijah begitu sentral dalam perjungan Muhammad. Selain sebagai istri, ia adalah teman bagi Muhammad di mana ia akan menerima segala curahan hati sang Nabi atas segala hal yang terkait dengan perjuangannya, yang kemudia akan memberikan semangat yang membara. Bahkan Khadijah adalah sekaligus ibu yang memberikan kasih sayang yang tertandingi bagi sang Nabi. A'isyah yang merupakan istri termuda sang Nabi dan tercantik di antara istr-istri yang lain tidak mampu menggantikan pengaruh Khadijah.

Ini memperkuat pendapat yang mengatakan, di belakang laki-laki besar, terdapat wanita yang hebat. Wanita tersebut baik seorang ibu maupun istri. Khadijah memerankan diri sebagai istri, teman, dan ibu bagi Muhammad.

Lalu kenapa peran Khadijah tidak banyak di bahas? Penyebab terbesarnya adalah karena Khadijah tidak sempat menemani sang Nabi mengarungi kesuksesan. Ia sudah meninggalkan suami tercinta sebelum peristiwa hijrah dilakukan. Peristiwa hijrah sendiri adalah titik terpenting dari kesuksesan perjuangan Muhammad.

Ini mirip dengan peran Inggit sebagai istri dari proklamator sekaligus Presiden pertama RI soekarno. Inggitlah orang yang menemani Soekarno dikala melewati hal-hal sulit dalam perjuangan. Tapi inggit hanya mengantar Soekarno ke pintu gerbang kemerdekaan. Selanjutnya posisi Inggit digantikan oleh wanita lain, di mana wanita tersebutlah yang menjadi Ibu Negara mendampingi Soekarno.

Artikel Terkait:

Masukkan Email Untuk Berlangganan